Tembang Gesang

Tembang Gesang

Tembang Gesang berasal dari kata Tembang (menurut bahasa Jawa artinya: lagu, gita atau nyanyian)) sedangkan kata Gesang dalam bahasa Jawa bermakna “hidup”.  Dengan demikian, Tembang Gesang dapat diterjemahkan sebagai Tembang Kehidupan.  Suatu sistem  nilai yang secara hakiki mutlak dimiliki oleh setiap insan, lembaga/instansi, maupun tokoh dan pimpinan negeri ini – agar keberadaan serta perjalanan hidupnya sungguh berarti, baik bagi dirinya sendiri, keluarga, usaha dan masyarakat di mana pun berada.

Bahkan, dalam  renungan ataupun kontemplasi, kita dapat menemukan hikmat Ilahi bahwa setiap insan (baik rakyat biasa maupun tokoh dan pemimpin), serta lembaga sesungguhnya  diberikan kesempatan oleh Yang Maha Pencipta untuk menuliskan sendiri lirik tembang kehidupan, terutama kisah kehidupan kita yang bermanfaat bagi sesama, masyarakat luas.

Bangkitnya kesadaran ini, diharapkan tampil mutiara-mutiara bangsa,  penembang gesang yang mewujudkan damai sejahtera Indonesia mengalir sampai jauh .. Engkau kah itu ?

Warisan Abadi

Bertitik-tolak dari kesadaran inilah, maka pada tanggal 6 Juli 2009, di Kafe Pisa, Jakarta, Kraftig Advertisingdidukung Yayasan Gesang, Penerbit Musik  Pertiwi, serta sejumlah sahabat setia Gesang mendeklarasikan tekad untuk mensosialisasikan  Tembang Gesang, dan sekaligus penghormatan kepada Bapak Gesang Martohartono – Maestro Keroncong Indonesia sebagai ungkapan rasa syukur atas segala karuniaNya kepada beliau yang tahun ini menginjak usia ke 92 tahun.

Gesang bukan hanya menjadi inspirasi bagi generasi masa kini, beliau adalah sosok yang pantas diteladani. Di dalam syair-syair sejumlah lagu ciptaanya, tersirat kepedulian Gesang terhadap masalah lingkungan, sosial dan harmoni kehidupan. Lagu “Bengawan Solo” merupakan karya emas yang popular dan digemari masyarakat di Jepang, China, Vietnam, Belanda, Amerika dan sejumlah negara di Eropa, namun tak membuatn Gesang bertepuk dada. Sekalipun, boleh jadi Gesang adalah seniman musik Indonesia yang pertama kali Go Global. (baca: biografi Gesang).  Saat dijumpai di kediaman Bp. Yani keponakan Gesang, dengan rendah hati Gesang mengatakan “Saya ini sekolah cuma ongko loro (kelas dua –red). Kondisi saya sekarang memaksa untuk menjalani predikat “mantan”,  sekalipun jiwa dan pikiran saya terus berkeinginan memberi dan mengharumkan Ibu Pertiwi (baca surat Gesang kepada Capres/Cawapres-red). Karena itulah, Gesang mengatakan akan meminta Iwan Fals agar bersedia membuatkan lagu “Tembang Gesang” untuk dipersembahkan kepada rakyat Indonesia.

Menyikapi Pilpres 2009, Gesang tak menyia-nyiakan momen penting tersebut untuk mengajukan permohonan kepada ketiga pasangan Capres & Cawapres .  Siapapun pasangan yang terpilih dan juga belum terpilih sebagai kepala pemerintahan, berjanji ikhlas dan setia untuk mengumandangkan  Tembang Gesang, demi  kian merekahnya berjuta senyum Indonesia.

Gesang memang menaruh harapan besar kepada semua pemimpin negeri ini, Beliau sungguh menyadari kondisi tubuh tuanya yang membuatnya semakin tak berdaya. Pendengaran yang mulai bergantung pada telinga kanan, nafsu makan yang gampang terpengaruh oleh gangguan saat tidur. Namun, semangat dan kepedulian terhadap kondisi tanah air tak pernah padam. Pesan moral dalam isi suratnya mengungkapkan kecintaannya yang dalam kepada siapa pun, tanpa memihak.

Gesang mengibaratkan surat itu layaknya lambaian tangan sahabat, seperti lirik yang ditulisnya dalam lagu “Sebelum Aku Mati”. Warisan abadi untuk kita semua yang berjuang membangun kemakmuran Indonesia.

Aksi Moral

Tembang GESANG merupakan aksi moral yang mendorong segenap anak bangsa untuk “memberi”,  berkontribusi dalam segala upaya meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sosialisasi dan berbagai kegiatan program Tembang GESANG ditujukan untuk membangkitkan kesadaran semua komponen bangsa. Mulai dari masyarakat, dunia usaha, lembaga dan pemerintah untuk bersama-sama menggoreskan syair tembang yang menceritakan lembaran baru kehidupan damai sejahtera. Berani mengubah kesulitan (krisis) menjadi keberhasilan. Mengutamakan kebersamaan dan kegotong-royongan, bukan merajalelanya kesombongan. Melainkan dimulainya, sikap optimisme dan gerakan untuk mempersembahkan yang terbaik kepada  keluarga, lingkungan, bangsa dan Negara.

Kami menyadari pula, gagasan Tembang GESANG yang diprakarsai oleh KRAFTIG Advertising bekerjasama dengan Yayasan Gesang dan Penerbit Musik Pertiwi,   tak dapat terwujud tanpa dukungan semua pihak (masayarakat, dunia usaha dan pemerintah). Melalui kesempatan ini, Panita Tembang Gesang mengajak tokoh masyarakat  dan dunia usaha, untuk terlibat konkret dalam berbagai kegiatan yang telah disusun Panitia Tembang Gesang dengan menghubungi : 021-624 0075.